Galeri Iklim: Artivisme untuk Aksi Iklim

Galeri Iklim, sebagai bagian dari program hibah #VoicesForThePlanet, menghadirkan sepuluh proposal artistik dan aktivis di pusat kebudayaan kota, Manzana de la Rivera, untuk sebuah pengalaman yang memadukan tari, teater rakyat, penceritaan, dokumenter, muralisme, patung, serta realitas virtual dan augmentasi. Malam itu penuh warna dan partisipatif. Seni diciptakan bersama dan untuk masyarakat guna membahas isu-isu seperti udara, air, habitat, memori, dan koeksistensi.

2 Desember 2025

 

INTERVENSI DI RUANG PUBLIK

Malam itu diawali dengan You Are Not Alone — VR 360° oleh Zet Studios, sebuah pengalaman imersif di wilayah Chaco yang memungkinkan penonton untuk “berada di sana,” melihat dari perspektif wilayah, dan mendiskusikan keberlanjutan serta hilangnya habitat. Di Auditorium Ruiz Díaz de Guzmán, Cuerpos de Resistencia (Tubuh Perlawanan) karya Ivanna Aquino mengubah luka menjadi energi tarian: yang intim menjadi kolektif dan menyembuhkan.

 

 

Selanjutnya, El macetero de Villa Yvytu (Pot Bunga Villa Yvytu) dari Teatro Yara membahas hak untuk bernapas dengan humor dan ironi, mengingatkan kita bahwa udara bersih seharusnya bukan hak istimewa. Di halaman, kami melanjutkan dengan film dokumenter pendek Kambuchi: El brillo de la arcilla que resiste (Kambuchi: Kilauan Tanah Liat yang Bertahan) oleh Tobogán Media, sebuah potret Vicenta Rodríguez dan para pengrajin Itá: tanah liat sebagai memori hidup dan kerajinan yang abadi. Placita San Blas (Alun-alun Kecil San Blas) oleh Derlis Báez + komunitas (Bañado Santa Ana) menunjukkan bagaimana dinding yang direstorasi dapat merevitalisasi sebuah plaza, menggunakan bahan daur ulang dan elemen alami.

 

 

Setelah sambutan resmi, kami menayangkan Voces por el Planeta (Suara untuk Planet), sebuah perjalanan intim dan sangat manusiawi ke jantung seni dan keadilan iklim di Paraguay. Buku audio “El Tacuaral,” oleh Claudia Miranda, menempatkan bambu sebagai pusat perhatian—baik sebagai latar maupun guru—menyatukan hutan, kerajinan, dan permainan untuk belajar tentang menjaga tanah.

“El río tiene memoria” (Rubén Gómez) mempresentasikan perkembangan sebuah patung: ikan emas yang muncul sebagai simbol martabat Sungai Paraguay. “Abrazo a la Madre Tierra” (Aura Britez) mengundang keluarga untuk memasukkan tindakan kecil kepedulian berdasarkan memori kolektif. Dengan “Alas de Libertad” (Gabriel Melgarejo), dua mural macaw menyoroti kerapuhan habitat perkotaan, yang ditingkatkan dengan realitas augmentasi.

Malam itu diakhiri dengan “Cuerpos de Agua” (Colectivo Incesante): sebuah koreografi yang membangkitkan lahan basah Bañados: aliran, adaptasi, dan ketahanan.

Galeri Iklim lebih dari sekadar pameran: itu adalah hasil dari proses partisipatif yang mendalam di mana anak-anak, kaum muda, dan orang dewasa bersama-sama merancang konten dan penggunaan ruang bersama para seniman. Kolaborasi aktif ini tidak hanya memperkuat rasa memiliki tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk merawat setiap karya seni dan lingkungannya. Keberagaman bahasa—narasi, tari, mural, teater, realitas virtual, dan dokumenter—membuka dialog tentang keadilan iklim kepada audiens yang berbeda, menciptakan pengalaman yang mudah diakses, dinamis, dan partisipatif.

 

 

Materi-materi juga berbicara: tanah liat, bambu, pigmen alami, dan dinding komunitas mengingatkan kita bahwa keberlanjutan adalah, di atas segalanya, praktik budaya. Penggabungan teknologi seperti realitas virtual dan augmentasi tidak menyimpang dari fokus komunitas; sebaliknya, itu memperluas dialog antargenerasi dengan menawarkan cara-cara baru untuk terhubung. Air, udara, dan kerajinan tradisional terjalin dengan identitas setiap wilayah, mewujudkan ide sederhana dan kuat: Voices for the Planet memobilisasi tindakan, menciptakan koneksi, menghasilkan percakapan konstruktif, dan memperkuat kapasitas lokal.

Film dokumenter pendek “Voices for the Planet” menampilkan panggilan untuk proposal, serta proses pembuatan, pendampingan, dan pemantauan setiap proposal.

Pelajari lebih lanjut tentang mitra kami