Dokumen Perempuan Pembela Iklim
Kami sangat senang dapat membagikan portofolio ini yang menampilkan kisah-kisah inspiratif dari para pembela iklim perempuan dari seluruh dunia yang kami dukung melalui pekerjaan kami. Meskipun perempuan memimpin dalam solusi iklim di lapangan, mereka sering kali kurang terwakili dalam diskusi iklim. Mari kita ubah narasi itu!
Dokumen ini menyoroti karya luar biasa para perempuan dari berbagai negara yang disatukan oleh tujuan yang sama: menerapkan solusi iklim yang meningkatkan ketahanan komunitas mereka dan berkontribusi pada kelestarian lingkungan yang lebih besar.
Tahukah Anda bahwa perubahan iklim secara tidak proporsional mempengaruhi perempuan? Di seluruh dunia, perempuan sering kali mengelola tugas-tugas penting seperti mengambil air, bertani, mengumpulkan kayu bakar, dan mengurus rumah tangga. Kegiatan-kegiatan ini sangat terdampak oleh kejadian-kejadian yang disebabkan oleh perubahan iklim seperti banjir dan kekeringan, yang mengharuskan perempuan bekerja lebih keras untuk menjaga mata pencaharian keluarga mereka.
Terlepas dari kontribusi dan tantangan yang signifikan, perempuan sering kali kurang terwakili dalam proses pengambilan keputusan. Rata-rata, perempuan hanya menduduki seperempat kursi di parlemen nasional di seluruh dunia. Sebagai contoh, ketika Azerbaijan mengumumkan 28 anggota komite pengorganisasian untuk konferensi iklim COP29 tahun 2024, tidak ada satu pun perempuan yang diikutsertakan pada awalnya.
Saatnya mengubah narasi ini. Voices for Just Climate Action, sebuah jaringan yang terdiri dari enam organisasi internasional, berkolaborasi dengan para aktivis dan komunitas lokal untuk mengadvokasi masyarakat yang lebih adil terhadap iklim. Upaya kolektif kami memungkinkan kami untuk memanfaatkan bidang keahlian yang tumpang tindih, yang mengarah pada solusi yang lebih komprehensif dan berdampak.
Portofolio ini menampilkan beberapa perempuan yang luar biasa dari jaringan ini, sebagai contoh: Conceição di Amazon, Brasil, yang mengajukan tuntutan hukum terhadap para pencemar utama; Halima di Tunisia, yang memimpin sebuah organisasi yang membantu para petani perempuan yang terkena dampak kekeringan; dan Natasha di Zambia, yang memfasilitasi diskusi antara perempuan dan para pembuat kebijakan untuk mengatasi tantangan dan kebutuhan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. Anda juga dapat membaca tentang Zulma dari Paraguay, Natasha, Mary dan Falecy dari Zambia, Yuliana dari Indonesia, Leandra dari Bolivia, dan Quidian, Ana, Marisol, dan Maritza dari Bolivia.
Baca dan bagikan portofolio ini dengan jaringan Anda. Bersama-sama, kita dapat memperkuat suara-suara ini dan mendukung pekerjaan penting mereka menuju masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Baca kisah inspiratif mereka!
