Berakar pada Solidaritas: Pemuda Memimpin Aksi Iklim di Nusa Tenggara Timur
Di tengah kompleksitas krisis iklim yang semakin meningkat di Nusa Tenggara Timur (NTT), Koalisi KOPI (Kolektif Pemuda untuk Aksi Iklim) lahir sebagai ruang bagi kaum muda untuk tumbuh dan mengambil tindakan kolektif dalam menanggapi krisis dari perspektif lokal. Didirikan pada tahun 2021 melalui program Voices for Just Climate Action oleh Hutan Itu Indonesia (HII) dan Terasmitra (TM), koalisi ini menyatukan komunitas pemuda dan individu dari berbagai wilayah. Dengan semangat baku dukung (saling mendukung), Koalisi KOPI memperkuat kepemimpinan pemuda, mengangkat solusi berbasis kearifan lokal, dan membangun gerakan iklim melalui pendekatan kreatif (artivisme), inklusif, dan berkelanjutan. Perjalanan ini mencerminkan bagaimana suara, tindakan, dan keberanian kaum muda dapat membentuk masa depan yang lebih adil, berkelanjutan, dan berbasis hak.
12 November 2025
Perjalanan Koalisi KOPI dimulai pada November 2021 sebagai gerakan yang menyatukan komunitas dan organisasi pemuda di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menanggapi krisis iklim melalui pendekatan kontekstual dan berbasis akar rumput. Hanya dalam empat tahun, Koalisi KOPI telah berkembang dari upaya individu yang tersebar menjadi gerakan iklim akar rumput yang terstruktur dan dipimpin pemuda, menjadikannya gerakan iklim akar rumput terbesar yang dipimpin pemuda di NTT. Gerakan ini kini dikoordinasikan oleh Komite Eksekutif Flobamoratas (KEF), yang mengawasi 13 Komite Eksekutif Daerah (KED) di seluruh Alor, Timor, Flores Timur, Lembata, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Ende, Sikka, Nagekeo, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
Dimulai dengan pemetaan komunitas akar rumput dan penyusunan manifesto regional, koalisi ini meletakkan fondasi yang kuat untuk kampanye iklim yang dipimpin pemuda dan berakar pada pengetahuan lokal. Melalui GRUF Jamboree, kamp kepemimpinan (FCLC), dan puluhan aksi komunitas, lebih dari 150 pemimpin muda telah dilatih, lebih dari 100 aksi telah dilaksanakan, dan 13 Komite Eksekutif Daerah (KED) telah dibentuk di seluruh provinsi. Pembentukan struktur kepemimpinan (KEF), peluncuran Sekolah Kampung untuk Perubahan Iklim dan Basis Produksi, serta pengembangan platform pembelajaran bersama menandai pergeseran signifikan dari mobilisasi jangka pendek menuju transformasi institusional jangka panjang.
Lebih dari sekadar struktur dan angka, transformasi sejati terlihat pada meningkatnya kepercayaan diri dan kapasitas kaum muda di Nusa Tenggara Timur untuk berorganisasi secara mandiri. Dari daerah terpencil seperti Alor hingga Sumba, kaum muda tidak hanya menanggapi isu iklim, tetapi mereka juga memimpin. Keberhasilan GRUF Jamboree, di mana peserta muda mendanai sendiri partisipasi mereka, menunjukkan rasa kepemilikan dan komitmen yang kuat. Ekspresi artistik seperti lagu, teater, dan pameran telah menjadi alat kampanye yang ampuh, menyebarkan pesan jauh melampaui ruang formal. Di wilayah yang sering terpinggirkan, Koalisi KOPI membuktikan bahwa ketika kaum muda dipercaya, didukung, dan berakar pada budaya mereka, mereka dapat membangun solusi iklim yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan yang memiliki kekuatan untuk membentuk kembali narasi, baik secara lokal maupun nasional.
Namun, perjalanan ini tidak luput dari tantangan. Koalisi KOPI menghadapi pergeseran dinamis dalam keanggotaan; banyak anggota yang awalnya aktif adalah mahasiswa yang keterlibatannya menurun seiring waktu karena komitmen pribadi. Variasi dalam kapasitas manajerial di berbagai wilayah juga memengaruhi laju implementasi program. Aktivitas daring seperti Lingkar Belajar dan TM Share mengalami penurunan partisipasi karena preferensi yang kuat untuk interaksi tatap muka. Kurangnya pendanaan menguji ketahanan beberapa KED, meskipun beberapa berhasil beradaptasi melalui Basis Produksi yang dijalankan secara mandiri. Menanggapi tantangan ini, Koalisi KOPI menerapkan strategi pemberdayaan dari bawah ke atas. Melalui residensi tematik yang diadakan di Alor, Ende, dan Larantuka, para peserta tidak hanya belajar mengelola festival dan mengembangkan program pariwisata desa atau ketahanan pangan, tetapi juga memperdalam praktik mereka dalam penelitian partisipatif dan dokumentasi komunitas. Kegiatan-kegiatan ini menghasilkan keluaran kreatif, termasuk zine, video, dan materi pembelajaran yang berakar pada budaya lokal.

Koalisi KOPI juga aktif berkampanye mengenai isu-isu strategis. Lima prioritas utama—panas bumi, limbah, hak atas tanah/isu agraria, budidaya udang, dan privatisasi pesisir—menjadi topik sentral selama GRUF Jamboree dan Rapat Tahunan 2025. Isu panas bumi, misalnya, ditangani melalui studi lapangan, kampanye kreatif, dan dukungan untuk warga lokal serta gerakan gereja di daerah terdampak. Strategi kampanye ini didukung oleh divisi khusus di dalam KEF dan berakar pada penelitian lokal yang dilakukan oleh Sekolah Kampung. Di tengah tantangan-tantangan ini, Koalisi KOPI menyaksikan transformasi besar. 13 Basis Produksi KED kini tidak hanya menjadi “bahan bakar” gerakan tetapi juga ruang edukasi untuk belajar tentang ekonomi sirkular. Sekolah Kampung telah memperluas kapasitasnya untuk penelitian komunitas. Ruang aman dan langkah-langkah keamanan holistik telah diterapkan untuk memastikan keberlanjutan aktivisme pemuda, termasuk SOP, rumah aman, dan kemitraan dengan lembaga rujukan.
Pelajaran penting lainnya adalah bahwa keberlanjutan tidak hanya tentang program, tetapi juga tentang kekuatan institusional. Pada Juni 2025, Koalisi KOPI secara resmi menjadi badan hukum melalui akta notaris, menandai langkah krusial menuju legitimasi yang lebih baik dan akses terhadap pembiayaan iklim. Jaringan mitra koalisi kini telah berkembang mencakup lebih dari 75 organisasi, mulai dari komunitas lokal dan media hingga institusi nasional dan internasional. Semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa semangat “baku dukung”, solidaritas kolektif kaum muda yang saling mendukung dan menguatkan untuk membangun gerakan dari bawah ke atas. Hari ini, Koalisi KOPI bukan lagi sekadar kampanye; ia adalah ruang pembelajaran kolektif, inkubator kepemimpinan pemuda dan perempuan, serta komunitas iklim yang berakar budaya, inklusif, dan strategis.
Perjalanan Koalisi KOPI adalah bukti bahwa perubahan dapat tumbuh dari solidaritas, keberanian, dan imajinasi kaum muda. Dengan memperkuat kepemimpinan komunitas, mendokumentasikan solusi lokal, dan membangun sistem yang mandiri, KOPI telah berkembang menjadi ruang yang membina gerakan pemuda yang berdampak. Dari laut hingga pegunungan, dari aksi lapangan hingga media sosial, setiap langkah adalah upaya untuk menyuarakan keadilan iklim yang berakar pada kearifan lokal. Hari ini, Koalisi KOPI terus bergerak maju sebagai asosiasi yang diakui secara hukum. Dengan semangat kolaborasi dan visi jangka panjang, Koalisi KOPI siap melanjutkan perjuangan antargenerasi untuk keadilan iklim yang melayani baik manusia maupun planet.
