Biaya Pemadaman Listrik
Tim LAWA mengunjungi Faza sebagai bagian dari proyek "Membangun Masa Depan Iklim di Lamu" untuk mengeksplorasi bagaimana tantangan terkait iklim memengaruhi masyarakat sehari-hari, terutama perempuan, dan bagaimana masyarakat dapat beradaptasi, berkembang, dan membangun ketahanan dalam menghadapi ancaman-ancaman tersebut. Apa yang kami temukan adalah sebuah kisah yang menginspirasi sekaligus menyakitkan - sebuah kisah tentang bertahan hidup melawan segala rintangan, dan kemajuan yang terhenti setiap kali terjadi pemadaman listrik.
Bagi banyak perempuan di Faza, ikan bukan sekadar komoditas. Ini adalah kebebasan ekonomi. Ini adalah martabat. Ini adalah harapan.
Melalui perdagangan ikan, para perempuan di komunitas ini membayar biaya sekolah, menyediakan makanan, membangun rumah, dan menghidupi keluarga mereka. Hal ini memberdayakan mereka, memberi mereka suara dan tempat dalam ekonomi lokal. Dari hiruk pikuk pagi hari di tempat pendaratan ikan hingga pasar sore yang panas, para perempuan ini bekerja dengan penuh semangat dan tekad.
”Hii biashara imenisaidia kulea watoto wangu wanne. Lakini sasa, hasara ni nyingi. Huku kwetu Kuna shida ya stima. Stima ikikatika, samaki wanaoza,” kata seorang pedagang selama kunjungan kami. (Bisnis ini telah membantu saya membesarkan keempat anak saya. Tapi sekarang, kerugiannya terlalu banyak. Ketika listrik padam, ikan membusuk).
Apa arti pemadaman listrik bagi kebanyakan orang? Mungkin jeda dalam hiburan atau koneksi internet yang lambat. Namun bagi para wanita yang bergantung pada freezer untuk mengawetkan ikan ini, pemadaman listrik merupakan pukulan yang menghancurkan. Berjam-jam tanpa listrik di daerah pesisir yang panas ini berarti seluruh stok ikan, yang terkadang bernilai ribuan shilling, bisa membusuk.
Tidak ada kompensasi, tidak ada asuransi, tidak ada peringatan. Hanya kesadaran yang menghancurkan bahwa pekerjaan hari ini, dan pendapatan besok, telah meleleh menjadi tidak ada. Sayangnya, ini bukan kejadian sekali saja. Pemadaman listrik yang sering terjadi di Faza adalah masalah kronis. Banyak perempuan melaporkan bahwa mereka secara teratur membuang ikan dalam jumlah besar, yang tidak hanya memengaruhi bisnis mereka tetapi juga kesehatan mental dan rasa aman.
Dalam sebuah komunitas yang sudah rentan terhadap guncangan iklim, kenaikan suhu, stok ikan yang tidak menentu, dan intrusi air asin, ini adalah satu lagi ancaman yang menambah rintangan bagi perempuan lokal.
Namun, di dalam setiap krisis terdapat peluang. Ketika kami mendiskusikan solusi yang mungkin dilakukan dengan para perempuan, satu hal menjadi jelas: nilai tambah dapat menjadi pengubah permainan. Dengan tidak hanya mengandalkan freezer atau menjual ikan mentah, para pedagang dapat mendiversifikasi pendapatan mereka dan membangun bisnis yang lebih tangguh.
Berikut adalah beberapa cara untuk mengawetkan dan memberi nilai tambah pada ikan, bahkan dengan listrik yang minimal:
- Pengeringan dan Pengasapan – Pengeringan ikan secara tradisional atau menggunakan pengering tenaga surya yang lebih baik dapat mengawetkan ikan tanpa listrik.
- Pengasinan dan Fermentasi – Metode pengawetan tradisional ini berbiaya rendah dan efektif.
- Kue Ikan, Samosa, dan Roti – Mengolah ikan menjadi produk siap saji membuka pasar baru.
- Pengemasan dan Pencitraan Merek – Kemasan dasar dan label bermerek meningkatkan umur simpan dan daya tarik.
- Minyak Ikan dan Pupuk – Bagian ikan yang tersisa dapat diubah menjadi minyak atau pupuk organik.
Dengan melatih para perempuan dalam teknik-teknik ini dan menghubungkan mereka dengan pasar-pasar baru, kami bergerak dari bertahan hidup menuju keberlanjutan. Namun, mari kita perjelas, nilai tambah bukanlah alasan untuk mengabaikan masalah yang lebih dalam. Akses terhadap listrik yang stabil bukanlah sebuah kemewahan; ini adalah sebuah hak.
Kami menyerukan kepada pemerintah daerah, lembaga nasional, dan penyedia energi untuk segera mengatasi krisis listrik di Faza dan masyarakat pedesaan lainnya. Investasi dalam solusi penyimpanan dingin bertenaga surya yang andal dan tidak terhubung dengan jaringan listrik juga dapat menjadi solusi jangka panjang, yang menyelaraskan energi bersih dengan pemberdayaan perempuan dan ketahanan iklim.
Proyek Membangun Masa Depan Iklim di Lamu hadir untuk memperkuat suara-suara seperti yang kami dengar di Faza. Kisah-kisah ini menunjukkan kepada kita bahwa ancaman iklim tidak selalu tentang badai dan kekeringan. Terkadang, ancaman iklim datang dalam bentuk lampu yang berkedip-kedip, generator yang berdengung, dan lemari es yang rusak.
Faza layak mendapatkan yang lebih baik.
