Pendanaan Iklim untuk Solusi Lokal


Pendanaan iklim global mencapai rekor $1,9 triliun pada tahun 2023. Namun, di balik angka tersebut, gambarannya jauh lebih tidak merata. Pendanaan iklim publik menurun sebesar 8% dari tahun 2022 ke 2023. Dan kurang dari 10% dari seluruh pendanaan iklim yang mencapai aktor lokal, bahkan sebagian kecil (sekitar 1% atau kurang) yang mendukung Masyarakat Adat dan organisasi feminis.

Pembiayaan iklim adalah pendanaan yang membantu masyarakat beradaptasi dengan perubahan iklim dan mengurangi dampaknya. Untuk solusi yang dipimpin secara lokal, ini berarti menyalurkan sumber daya langsung ke tangan orang-orang yang merancang dan melaksanakan solusi tersebut. Dengan cara ini, mereka dapat bertindak cepat, efektif, dan sesuai dengan konteks mereka.

Pembiayaan iklim seringkali gagal mencapai masyarakat lokal. Tanpa pendanaan langsung, solusi berisiko menjadi top-down, lambat, atau terputus dari kebutuhan nyata. Pembiayaan iklim untuk solusi yang dipimpin secara lokal menghasilkan hasil yang lebih efektif, adil, dan berkelanjutan.

Pada akhir tahun 2024, Aliansi dan mitra lokal telah menggalang perkiraan 47,8 juta euro menuju Target VCA bahwa “Pada tahun 2025, USD 100 juta pembiayaan iklim digalang/dimobilisasi untuk meningkatkan solusi yang dipimpin secara lokal di negara-negara target VCA.”

Gambar: Sepanjang program, VCA menggalang perkiraan 47,8 juta euro melalui berbagai jalur untuk mitra, proyek, dan tujuan VCA.

Melalui dukungan langsung dari VCA, berbagai peluang pendanaan di tingkat lokal dapat terwujud. Sebagai contoh, pada tahun 2024, dalam 15 kesempatan, VCA memungkinkan dana desa digunakan untuk proyek adaptasi iklim dan solusi lokal di Indonesia, dengan ukuran mulai dari beberapa ratus hingga beberapa ribu euro. Misalnya, Federasi Wanita Gedongkiwo menerima anggaran 2.100 euro untuk mendanai kegiatan pembersihan dan konservasi sungai, pelatihan pertanian perkotaan, dan pelatihan pemuda. Secara total, Indonesia menggalang 1,2 juta euro untuk solusi lokal yang mereka dukung, dengan sebagian besar dana (969.000 euro) berasal dari sumber non-pemerintah.

Komponen kunci dari program VCA adalah Fasilitas Hibah Tingkat Lanjut (NLGF), mekanisme hibah kecil senilai 3,5 juta euro yang dirancang khusus bekerja sama dengan manajer dana lokal di setiap negara. NLGF menawarkan pendekatan yang fleksibel dan disesuaikan secara lokal, seperti hibah darurat yang dapat disetujui dalam waktu 48 jam untuk menanggapi krisis, mulai dari melindungi aktivis lingkungan hingga pembersihan polusi.

Aplikasi bahkan dapat diajukan melalui WhatsApp atau video dalam beberapa konteks, memastikan aksesibilitas. Sejauh ini, fasilitas tersebut telah menyalurkan lebih dari 100 hibah darurat dan mendukung lebih dari 150 solusi yang dipimpin secara lokal.

Per Maret 2025, sekitar 1,4 juta euro dari dana NLGF telah dicairkan. Inisiatif yang didanai mencakup proyek adaptasi iklim, seperti reboisasi dan konservasi air di Kenya dan Zambia, advokasi hukum dan upaya perlindungan lingkungan di Brasil dan Paraguay, program ketahanan air di Bolivia dan Tunisia, serta intervensi kesiapsiagaan bencana di Indonesia.

Pelajari lebih lanjut tentang mitra kami