Mobilisasi perempuan dalam pemetaan pengelolaan sampah
Pada tahun 2023, Yogyakarta menghadapi tantangan yang signifikan: keadaan darurat sampah yang mengharuskan masyarakat untuk mengambil alih pengelolaan sampah rumah tangga mereka. Menyikapi hal ini, warga beradaptasi dengan cepat, bersatu untuk mengaktifkan Bank Sampah dan meningkatkan keterampilan pengolahan sampah organik.
Perkembangan yang luar biasa terjadi pada bulan Mei 2024 ketika Federasi Perempuan Gedongkiwo (WFGK) melangkah maju, mengasah kemampuan mereka dan bekerja sama dengan Asosiasi Bank Sampah untuk melakukan pelatihan inovatif tentang penandaan fasilitas sampah.

Inisiatif ini memberdayakan Bank Sampah di Kelurahan Gedongkiwo, sehingga mereka dapat secara efektif memantau fasilitas yang baru saja dipasang. Perwakilan WFGK secara aktif berpartisipasi dalam forum-forum lokal, berkolaborasi dengan Kepala Kelurahan Gedongkiwo dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta. Upaya terobosan mereka telah menghasilkan WFGK yang membantu para pengurus Bank Sampah di 18 wilayah di Gedongkiwo untuk melacak dan mengelola sampah rumah tangga melalui aplikasi pemetaan yang canggih.
Inisiatif pemetaan ini telah memberikan informasi penting mengenai distribusi fasilitas pengelolaan sampah organik, termasuk 640 biopori PVC yang melayani sekitar 300 warga di daerah tersebut. Data ini bukan hanya sekedar angka, tetapi juga merupakan alat yang ampuh untuk membentuk strategi pengelolaan sampah di masa depan di Kelurahan Gedongkiwo.
Dengan kemampuan pemetaan dan mobilisasi yang inovatif, Federasi Perempuan Gedongkiwo telah memposisikan dirinya sebagai mitra penting bagi kecamatan dalam memantau fasilitas pengelolaan sampah. Kemitraan ini lebih dari sekadar pemantauan dasar. Kemitraan ini juga mencakup perumusan proposal untuk strategi pengelolaan sampah kolaboratif bersama dengan Asosiasi Bank Sampah. Dengan menetapkan tolok ukur dengan proyek percontohan mereka untuk hasil pemetaan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, WFGK membuka jalan bagi upaya pengelolaan sampah yang terkoordinasi di tingkat kecamatan.

Selain itu, pengakuan Kelurahan Gedongkiwo sebagai perwakilan inovatif dari Kecamatan Mantrijeron menunjukkan komitmennya untuk tumbuh dan berkembang dalam praktik pengelolaan sampah. Kegiatan yang dilakukan oleh WFGK-mulai dari pengolahan sampah hingga pemetaan fasilitas yang dinamis-menjadi model keberhasilan dan pengalaman belajar yang berharga yang dapat diadaptasi oleh komunitas lain. Bersama-sama, mereka menciptakan masa depan yang lebih cerah dan lebih bersih untuk Yogyakarta!
