Kampanye Aksi Iklim Melalui Pendidikan Anak di Sekolah

Dari bulan Oktober hingga Desember 2024, sebuah inisiatif yang menginspirasi berlangsung di Jakarta Utara, dipimpin oleh Federasi Perempuan Penjaringan (WFPJ) dan Federasi Perempuan Sukapura (WFSK). Kedua organisasi yang berdedikasi ini memulai misi untuk memulai pendidikan iklim di kalangan siswa di empat sekolah menengah atas: SMAN 111 Penjaringan, SMA Yaniic Sukapura, SMPN 21 Penjaringan, dan SMPN 289 Sukapura. Upaya mereka yang tak kenal lelah telah meningkatkan kesadaran dan membekali lebih dari 1.000 siswa dan guru dengan pengetahuan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang penting.

Federasi Wanita (WF) mengambil pendekatan proaktif, berkolaborasi erat dengan sekolah-sekolah untuk merancang kegiatan pendidikan yang disesuaikan dengan komunitas siswa mereka yang unik. Dengan mengintegrasikan topik perubahan iklim ke dalam pembelajaran, mereka memudahkan siswa untuk terlibat dan menerapkan strategi adaptasi dan mitigasi dalam kehidupan mereka. Sebagai contoh, WFSK bermitra dengan SMA Yaniic Sukapura untuk mengintegrasikan pendidikan iklim ke dalam Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila (P5). Kolaborasi ini menyoroti isu-isu mendesak seperti ketahanan pangan, daur ulang, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Selama satu bulan, WFSK bertindak sebagai pendidik dan narasumber, memberdayakan sekitar 200 siswa kelas 10 dan 11 untuk memimpin kampanye aksi iklim. Kreativitas mereka bersinar melalui berbagai media, mulai dari pameran dan video hingga proyek seni daur ulang yang memikat rekan-rekan mereka dan masyarakat luas.

 

pusat

 

Tidak berhenti sampai di situ, WFSK juga bekerja sama dengan SMPN 289 Sukapura melalui pendampingan langsung yang berfokus pada pendirian bank sampah. Inisiatif ini menargetkan 300 siswa kelas 7, 8, dan 9 dan bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman yang mendalam tentang praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dengan memfasilitasi kegiatan pemilahan sampah secara rutin dan berkolaborasi dengan pihak sekolah serta Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, kami berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. engan dukungan dari Suku Dinas Lingkungan Hidup, Federasi Perempuan Sukapura membentuk jaringan yang kuat untuk mengatasi masalah sampah secara langsung.

 

pusat

 

Sementara itu, di Penjaringan, WFPJ menanamkan kesadaran akan perubahan iklim ke dalam rutinitas sehari-hari di SMAN 11 dan SMPN 21 dengan mengintegrasikan kegiatan pendidikan ke dalam program pembiasaan di pagi hari. Bertindak sebagai pendidik dan fasilitator, WFPJ berperan penting dalam menjembatani kesenjangan antara sekolah dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, dengan fokus pada pengelolaan sampah dan pendirian bank sampah. Upaya mereka secara signifikan meningkatkan kesadaran iklim di kalangan siswa, yang berdampak langsung pada 1.000 siswa sekolah menengah.

Upaya pendidikan iklim yang transformatif ini merupakan hasil dari kolaborasi yang kuat antara sekolah, siswa, dan pemerintah daerah. WFPJ memainkan peran penting dalam membina kapasitas OSIS untuk memperjuangkan inisiatif iklim di sekolah mereka. Dengan membina kemitraan dengan Dinas Lingkungan Hidup, WFPJ memastikan keberlanjutan dari aksi-aksi iklim ini dan menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam memantau dan mengatasi tantangan iklim.

Singkatnya, Federasi Perempuan tidak hanya mendidik siswa tentang perubahan iklim tetapi juga memberdayakan mereka untuk menjadi agen perubahan yang proaktif di komunitas mereka.

Pelajari lebih lanjut tentang mitra kami