Dari rasa takut menjadi tindakan: Perjuangan Ojo de Agua untuk Air Bersih dan Tanah
Di komunitas Ojo de Agua, yang terletak di kotamadya Yacuiba di Daerah Otonomi Gran Chaco di Tarija-Bolivia, sebuah masalah lingkungan telah membahayakan kesehatan penduduknya, hewan-hewan mereka dan keamanan hasil panen mereka. Selama bertahun-tahun, naiknya minyak di daerah tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di antara keluarga-keluarga, yang, tanpa studi teknis, hanya memiliki bukti empiris untuk memperingatkan tentang kontaminasi tanah dan sumber air mereka. Ketidakpastian tentang kualitas air yang digunakan untuk irigasi dan konsumsi menjadi ancaman laten bagi masyarakat.

Menghadapi kenyataan ini, Romina Urzagaste dan Dina Aliaga mempromosikan sebuah inisiatif untuk menentukan tingkat kontaminasi pada tanah dan air di Ojo de Agua. Melalui pemantauan lingkungan, mereka mengambil sampel air dan tanah dari Quebrada Ojo de Agua, satu-satunya sumber air permukaan utama bagi masyarakat. Analisis laboratorium menunjukkan tingkat kontaminasi koliform tinja yang mengkhawatirkan di dalam air, meskipun tingkat THP rendah. Temuan ini disampaikan kepada keluarga dan pemerintah setempat, yang akhirnya mendapatkan informasi akurat tentang kualitas air yang mereka konsumsi dan gunakan untuk tanaman mereka.

Dampak dari penelitian ini sangat signifikan. Dengan hasil yang diperoleh, keluarga-keluarga sekarang lebih mengetahui tentang risiko lingkungan yang mereka hadapi dan pentingnya pengelolaan air yang lebih baik. Selain itu, data yang diperoleh telah disampaikan kepada presiden OTB, Komite Air masyarakat dan Majelis Rakyat Guaraní (APG), yang menjadi dasar untuk mengajukan proyek-proyek perbaikan tanah dan pekerjaan penampungan air untuk konsumsi manusia. Hal yang paling relevan adalah bahwa sekarang masyarakat memiliki dukungan konkret untuk mengelola inisiatif untuk mengurangi polusi minyak di aliran Ojo de Agua, bergerak menuju solusi berkelanjutan untuk melindungi wilayah dan masyarakat mereka.
